KONSPIRASI TERHADAP ISLAM DENGAN TUDUHAN WAHABI SEBAGAI SUMBER TERORISME (5)

Agus Hasan Bashori

8 oktober 2016

http://www.alalam.ir/news/1782447

Klip video ini mengungkapkan rapat dengar pendapat (tertutup) di Senat AS tentang Wahhabi Arab Saudi, di hadiri para pejabat dari departemen luar negeri, pertahanan dan intelijen AS. Mereka membahas kesamaan wahhabi dengan ideologi ISIS (“Daesh”) dan al-Qaeda “dan perannya dalam terorisme global.
Yang memimpin sesi interogasi adalah Hank Johnson (Demokrat), terjadilah dan dialog antara Johnson dan tiga pejabat intelijen AS, terutama Michael Morrell, mantan wakil presiden badan intelijen Amerika. Diantara salah satu responden adalah mantan duta besar Amerika Serikat pada Suriah-Robert Ford.

Johnson mengatakan selama pertemuan: “Daesh (ISIS) ” dan al-Qaida terikat erat dengan ajaran Wahhabisme, sedangkan Wahhabi adalah Islam Sunni garis keras yang berawal dari Saudi, satu aliran garis keras dan tidak toleran dalam bentuk besar.
Dia menambahkan: Tapi bukankah keluarga kerajaan Saudi mengambil legitimasi dari ketergantungan pada keyakinan Wahhabi, bukankah Wahhabisme agama resmi di Arab Saudi?!

Keluarga kerajaan Saudi, menyebarkan Wahhabisme dari masjid-masjid dan sekolah agama resmi yang didukungnya di seluruh dunia, dan untuk itu ia telah bergantung pada pendapatan dari penjualan minyak dan gas.
Dia menjelaskan: doktrin Wahhabi sama dengan doktrin “Daesh (ISIS)”, dan dukungan Saudi terhadap Wahhabisme menciptakan lingkungan yang subur bagi Daesh untuk merekrut anggotanya.
Oleh karena itu kami tidak bisa mengalahkan kelompok jihad yang bersandar kepada Wahhabisme, yang merupakan agama resmi Arab Saudi, tanpa mematikan dukungan keluarga kerajaan Arab Saudi terhadap Wahhabisme.

Kata senator lain: Dalam diskusi kita tentang bagaimana untuk menangani penyebab ekstremisme, Arab Saudi adalah pusat dan dasar untuk ini. Supaya kita berhasil, kita harus berbicara dengan Saudi khususnya tentang dukungan mereka kepada Wahhabisme ini.

Inilah yang melatarbelakangi lahirnya UU JASTA, yaitu untuk meruntuhkan Saudi Arabiya, yang berarti meruntuhkan wahabisme dan meruntuhkan jihad melawan Amerika yang disebut oleh Amerika sebagai terorisme.

Kita yang muslim ini sadar betul bahwa jihad yang benar sumbernya adalah dari Nabi i, bukan dari wahabisme . oleh karena itu meskipun Amerika misalnya bisa meruntuhkan wahabisme, tetapi mereka tidak akan bisa meruntuhkan jihad Islam, bahkan Islam menjanjikan bahwa kemenangan akhirnya di tangan umat Islam.

Perhatikanlah hadits Nabi i di bawah ini, mengenai jihad di akhir zaman:

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ ابْنِ حَوَالَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهم عَلَيْهِ و سَلَّمَ قَالَ سَيَكُونُ جُنْدٌ بِالشَّامِ وَجُنْدٌ بِالْيَمَنِ فَقَالَ رَجُلٌ فَخِرْ لِي يَا رَسُولَ اللَّهِ إِذَا كَانَ ذَلِكَ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهم عَلَيْهِ و سَلَّمَ عَلَيْكَ بِالشَّامِ عَلَيْكَ بِالشَّامِ ثَلاثًا عَلَيْكَ بِالشَّامِ فَمَنْ أَبَى فَلْيَلْحَقْ بِيَمَنِهِ وَ لْيَسْقِ مِنْ غُدُرِهِ فَإِنَّ اللَّهَ تَبَارَكَ وَتَعَالَى قَدْ تَكَفَّلَ لِي بِالشَّامِ وَ أَهْلِهِ

Dari Abdullah ibn Hiwalah al-Azdi Abu Hiwalah t bahwa Rasulullah i bersabda:

Akan ada pasukan di Syam dan pasukan di di Yaman . maka seseorang berkata: pilihlah untuk saya ya Rasulallah, jika itu benar-benar terjadi. Maka Rasulullah bersabda: ikutilah pasukan yang di Syam, ikutilah yang di Syam, ikutilah yang di Syam. Barang siapa tidak mau maka bergabunglah dengan yang di Yaman dan hendaklah minum dari sumber-sumbernya, sesungguhnya Allah telah menjamin kepada saya tentang syam dan penduduknya. (Syaikh Syuaib al-Arnauth dalam tahqiqnya terhadap kitab Musnad Ahmad mengatakan: hadits Shahih karena jalur-jalurnya)

Imam Thabrani dalam Mu’jam Kabir meriwayatkan:

عَنِ الْعِرْبَاضِ بْنِ سَارِيَةَ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ قَامَ يَوْمًا فِي النَّاسِ فَقَالَ: «أَيُّهَا النَّاسُ، تُوشِكُونَ أَنْ تَكُونُوا مُجَنَّدَةً، جُنْدٌ بِالشَّامِ، وَجُنْدٌ بِالْعِرَاقِ، وَجُنْدٌ بِالْيَمَنِ» فَقَالَ ابْنُ حَوَالَةَ: يَا رَسُولَ اللهِ، إِنْ أَدْرَكَنِي ذَلِكَ الزَّمَانُ فَاخْتَرْ لِي، قَالَ: «إِنِّي أَخْتَارُ لَكَ الشَّامَ، فَإِنَّهُ خِيْرَةُ الْمُسْلِمِينَ وَصَفْوَةُ اللهِ مِنْ بِلَادِهِ، يَجْتَبِي إِلَيْهَا صَفْوَتَهُ مِنْ خَلْقِهِ، فَمَنْ أَبَى فَلْيَلْحَقْ بِيَمَنِهِ، وَلْيَسْقِ مِنْ غُدُرِهِ، فَإِنَّ اللهَ قَدْ كَفَلَ لِي بِالشَّامِ وَأَهْلِهِ»

Dari Irbadh ibn Sariyah dari nabi i, beliau suatu hari berkhutbah di tengah manusia: wahai manusia, hampir saja, kalian menjadi beberapa pasukan: satu pasukan di Syam, satu pasukan di Irak dan satu pasukan di Yaman. maka ibnu Hiwalah berkata: ya Rasulallah, jika aku menjumpai zaman itu maka pilihkan untukku. Beliau bersabda: aku memilihkan untukmu Syam, sebab ia adalah sebaik-baik kaum muslimin dan pilihan Allah dari negeri-negerinya. Kesanalah Allah menarik hamba-hamba-Nya yang pilihan. Barang siapa tidak mau (ke Syam) maka bergabunglah dengan yang di Yaman, dan silakan minum dari sumber-sumber yaman, sesungguhnya Allah telah menjamin untukku Syam dan penduduknya.”1

Imam Muslim dalam Shahihnya meriwayatkan dari Uqbah ibn Amir, Nabi i bersabda:

لَا تَزَالُ عِصَابَةٌ مِنْ أُمَّتِي يُقَاتِلُونَ عَلَى أَمْرِ اللهِ، قَاهِرِينَ لِعَدُوِّهِمْ، لَا يَضُرُّهُمْ مَنْ خَالَفَهُمْ، حَتَّى تَأْتِيَهُمُ السَّاعَةُ وَهُمْ عَلَى ذَلِكَ»

Akan senantiasa ada sekelompok dari umatku yang berperang diatas agama Allah, mereka mengalahkan musuh-musuh mereka, tidak membahayakan mereka siapa saja yang menyelisihi mereka, hingga datang hari kiamat atas mereka sementara mereka tetap seperti itu.”

Abu Hurairah berkata: Nabi i bersabda:

«لَا تَزَالُ عِصَابَةٌ مِنْ أُمَّتِي يُقَاتِلُونَ عَلَى أَبْوَابِ دِمَشْقَ، وَمَا حَوْلَهُ وَعَلَى أَبْوَابِ بَيْتِ الْمَقْدِسِ وَمَا حَوْلَهُ، لَا يَضُرُّهُمْ خُذْلَانُ مَنْ خَذَلَهُمْ ظَاهِرِينَ عَلَى الْحَقِّ إِلَى أَنْ تَقُومَ السَّاعَةُ»

Akan seslalu ada sekelompok dari umatku yang berperang di pintu-pintu Damaskus (Suria) dan sekitarnya, dan di pintu-pintu Baitul Maqdis, dan sekitarnya. Tidak berpengaruh buruk kepada mereka, orang-orang yang tidak mau menolong mereka. Mereka terus tampak di atas kebenaran hingga datang kiamat.” (HR Abu Ya’la, al-Haitsami berkata: para perawinya terpercaya)

Demikianlah agama Islam, akan terus melahirkan para mujahidin, bukan wahabisme yang melahirkan mujahidin. Sehingga di dalam Islam ada Abu Bakar al-Shiddiq, Umar ibn Khatthab, Shalahuddin al ayyubi (Asy’ari), Muhammad al fatih, dan Imam mahdi di akhir zaman. Dan jangan lupa Para pejuang dan pahlawan Indonesia yang gugur melawan penjajah Belanda seperti Imam Bonjol, Pangeran Diponegoro, KH Hasyim Asy’ari, Pak Muhammad Natsir dll, adalah digerakkan oleh Islam bukan oleh wahabisme.

Maka yakinilah, selama al-Qur`an dan Sunnah ada di tangan dan di hati umat Islam para penjajah tidak pernah aman dan nyaman.

Saksikan videonya: Amerika mengobarkan sentimen kepada wahabi, dan memecah ahlussunnah dengan fitnah “wahabi sebagai pendukung teroris”

(Visited 1 visits today)

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*