Membongkar Kejahatan Syiah terhadap Islam
Artikel
Skandal Seks Manaf an-Naji, Orang Utama dan Wakil Imam Syi’ah tertinggi
Aug 31st
HAUZAH SYIAH DIGUNCANG SKANDAL SEKS
Allah hendak menghinakan agama Syi’ah pada hari-hari belakangan ini dengan seburuk-buruk kehinaan. Jalan-jalan Raya di Irak bergoncang, manusia berbondong-bondong keluar di jalanan untuk menutut balas dendam. Orang utama dan wakil dari Imam Syi’ah tertinggi; al-Sistani[1], yang bernama Manaf an-Naji, kehilangan telephone genggamnya yang kemudian diketahui ternyata pesawat telephone tersebut berisi rekaman-rekaman video mesum miliknya bersama sejumlah siswi di hauzah[2], di mana semua siswi tersebut sebagian besar telah bersuami. Terbongkar sudah, bahwa orang fasik ini begitu piawai dalam mengabadikan “detik-detik dosa yang mendebarkan” bersama mereka yang mencapai lebih dari enam puluh rekaman. Hal ini tersebar dengan cepat di tengah masyarakat melalui sms dan bluetooth, begitu pula melalui internet dan youtube.
Putri-Putri Manusia Terbaik Muhammad Rasululloh Shollallohu ‘Alaihi wa Sallam
Jul 17th
Allah Subhanahu wa Ta’ala telah memuliakan penutup para Nabi dan Rasul Shollallohu ‘Alaihi wa Sallam dengan 4 (empat) orang putri -Radhiyallahu ‘anhunna- kesemuanya telah sampai pada puncak kesucian, keshalaihan, wira’i dan taqwa. Mereka adalah teladan dan percontohan bagi setiap wanita yang menginginkan keselamatan dan kebahagiaan.
1. putri sulungnya adalah Zaenab Radiyallohu ‘Anha yang lahir sepuluh tahun sebelum Kenabian, dan yang wafat di masa Ayahandanya Rasulillah Shollallohu ‘Alaihi wa Sallam pada tahun 8 H setelah menderita sakit akibat dijatuhkan kaum musyrik Quraisy dari ontanya saat hijrah. Dinikahi oleh Abul Ash ibn al-Rabi’, memiliki putra yang bernama Ali, meninggal saat kecil. Dan memiliki putrid yang bernama Umamah, yang dinikahi oleh Ali ibn Abi Thalib setelah wafatnya Fatimah Radiyallohu ‘Anha.
Sejarah Berdirinya Negara Teroris
Jun 17th
Tujuan Instruksional
- Mengetahui proses berdirinya negara Israel dengan menyebutkan poin-poin penting yang melatarbelakangi pendiriannya
- mengetahui orang-orang yang memusuhi Allah subhanahu wa ta’ala, Islam dan kaum muslimin, khususnya kaum muslimin Palestina
- Melakukan perlawanan kepada negara Israel melalui tulisan, ceramah dan membantu bangsa Palestina dengan harta dan do’a.
- Menyadari bahaya yang dilakukan oleh Yahudi melalui peperangan bersenjata, media serta sarana lainnya yang akan merusak dan menghancurkan kekuatan umat Ismal dan umat manusia.
A. Perjalanan sejarah bangsa Israel
Max I. Dimont, sejarawan Yahudi, dalam bukunya “Jews, God, and History”, menulis, “Ketika, akhirnya, pada abad XII SM, bangsa Yahudi menetap di sebuah negara yang dapat mereka sebut sebagai milik mereka sendiri, mereka memilih sejalur wilayah yang merupakan koridor bagi tentara imperium-imperium yang sedang berperang. Bangsa Yahudi harus membayar pilihan ini, terbantai di medan pertempuran, dijual sebagai budak, atau dideportasi ke negeri-negeri asing. More >
Teluk Umar bukan Teluk Persia
Jun 9th
Teluk Arabia bukan Teluk Persia, BAHKAN mulai sekarang kita sebut “TELUK UMAR IBNUL KHATTHAB”!!!!!
Bukti terbesar bagi kebencian Syiah (Iran) kepada Nabi Muhammad, dan ahlul bait adalah penamaan mereka terhadap Teluk Arabia dengan nama teluk Persia.
Nabi orang Arab, imam Ali orang Arab, Hasan, Husen orang Arab, Fatimah az-Zahra` orang Arab. Bahkan tidak ada satupun imam ahlul bait dari Persia, semuanya dari Arab. Namun mengapa Iran bersikeras menamakan teluk arab dengan teluk Persia?
Oleh karena itu sejatinya mereka mengagungkan Persia dan majusi benci arab dan Islam, namun mereka menjadikan ahlul bait sebagai topeng!
Dilihat dari geografi dan etnis maka itu adalah teluk arab bukan teluk Persia.
Di teluk ada tiga pulau yang bernama P. Thunub syughra. P. thunub Kubra dan p. Abu Musa. 3 pulau ini termasuk wilayah Emirat (Arab) namun sejak kurang dari 40 tahun lalu dicaplok dan dijajah oleh Iran. Iran memaksa-maksa memasukkannya kedalam wilayah Persia. Persisi sepert Yahudi Bani Israel yang merampas dan merampok tanah Palestina (Arab) yang mereka klaim sebagai tanah yahudi. Sampai hari ini Emirat menuntut kembalinya 3 pulau arab itu.
Maklum, Syiah adalah yahudi ditambah majusi. More >
Perbesanan (Mushaharah) Antara Ahlul Bait Dengan Anak Keturunan Paman-paman Mereka
May 18th

Perbesanan Antara Ahlul Bait Dengan Anak Keturunan Paman-paman Mereka
Keturunan Nabi sholallohu ‘alaihi wa sallam tidaklah terkucil atau mengucilkan diri dari masyarakat, tetapi tersebar dan terikat dengan hubungan yang luas dengan mereka. Hal itu dibuktikan dengan banyaknya hubungan perbesanan antara mereka dan antara anak keturunan paman-paman mereka, di setiap generasinya. Bahkan 3 dari putri Nabi sholallohu ‘alaihi wa sallam berada dalam rumah tangga orang-orang Quraisy.
Ada 8 (delapan) perbesanan antara ahlul bait dengan keluarga besar Utsman rodhiallohu ‘anhu. 6 (enam) perbesanan bersama keluarga besar Marwan ibnil Hakam, dan 4 (empat) perbesanan dengan keluarga besar Abu Sufyan rodhiallohu ‘anhu . yang paling mulia secara mutlak adalah perkawinan Rasulullah sholallohu ‘alaihi wa sallam dengan Ummu Habibah (Ramlah) binti Abu Sufyan –radhiyallahuma- dan yang termasuk istri Nabi yang paling dekat nasabnya dengan beliau.
Dari sekian perbesanan ini ada 13 perbesanan dengan keluarga besar Ali ibn Abi Thalib rodhiallohu ‘anhu, yang sebagian besarnya terjadi setelah peristiwa: Shiffin, Jamal dan Karbala.
Tidak cukup mereka berdekatan dan berhubungan secara nasab (garis keturunan, atau hubungan darah) namun mereka menambah kedekatan dan keakraban dengan mushaharah (perbesanan), yang demikian itu karena mereka ingin bersambung dengan nasab Nabi yang mulia yang tidak akan putus di hari dimana semua nasab dan sebab terputus. (Abu Hamzah)
Keterangan gambar pohon Nasab:
- Kesamaan nomor adalah menunjukkan adanya hubungan mushaharah (perbesanan, pernikahan) antara dua orang yang mulia ini dari Bani Hasyim dan anak keturunan paman mereka.
- Untuk hubungan perbesanan antara ahlul bait dengan Usman ibn Affan rodhiallohu ‘anhu akan kita sendirikan karena pertingnya.
- Dengan pohon nasab ini menjadi nyatalah hubungan kasih sayang dan kekeluargaan yang mesra antara ahlul bait dengan para sahabat Nabi sholallohu ‘alaihi wa sallam, dan bahwasanya mushaharah di antara mereka terjadi sebelum peristiwa-peristiwa fitnah hingga sesudahnya. Suatu hal yang menunjukkan bahwa hubungan yang harmonis diantara mereka tetap terjaga sepanjang generasi dan sejarah.