Membongkar Kejahatan Syiah terhadap Islam
Artikel
Nama-nama yang dicintai oleh Imam Ali dan Putra-putranya
Apr 30th

Khalifah Ali rodiallohu ‘anhu telah memberi nama putra-putranya dengan nama-nama yang tidak masyhur dan tidak banyak pada zamannya, akan tetapi pemilik nama-nama itu sebelumnya adalah orang-orang yang memiliki kedudukan kusus dalam hatinya. Maka apakah yang mendorong imam Ali amirul mukminin rodiallohu ‘anhu memberikan nama-nama ini untuk putra-putranya? Jawabannya sangat mudah, yaitu “cinta yang dalam dan kasing sayang yang murni, persaudaraan yang agung”
Abu Bakar dan Umar serta Usman rahimahumullah semuanya ikut dalam peristiwa Karbala dan semuanya mati syahid di sana. Yang saya maksud bukanlah khulafa’ Rasyidin yang tiga, melainkan putra-putra Imam Ali sang khalifah rasyid keempat, yang datang setelah mereka.
Abu Bakar adalah saudara sibthaini (kedua cucu Rasulullah sholallohu ‘alaihi wa sallam, imam Hasan dan imam Husain), putra dari sepasang suami istri yang diberkahi.
Sementara Abu Bakar yang lain adalah putra imam Hasan ibn Ali rodiallohu ‘anhu dan dua Umar yang lain, yaitu Umar ibn Hasan dan Umar ibn Husain mereka bertiga juga ikut perang Karbala dan mati syahid di sana. Kedua ayah mereka ingin memberi nama sebanyak-banyaknya dari putra-putranya dengan nama para pendahulu mereka yang terbaik.
Sementara dari generasi ketiga dari pohon nasab yang mulia ini ada nama Umar dan Usman. Keduanya adalah putra Ali ibn Husain ibn Ali ibn Abi Thalib. More >
Sikap Ahlul Bait Terhadap Khulafa’ Rasyidun
Apr 27th
SIKAP AHLUL BAIT TERHADAP KHULAFA’ RASYIDUN
Sungguh telah bercampur menjadi satu rasa itsar (mengutamakan orang), muwasah (saling menyantuni), muanasah (saling menyayangi) antara ahlul bait dan Khulafa Rasyidin, dalam bentuk yang paling baik, setelah Islam mengikis habis ashabiyyah Jahiliyyah dari hati mereka, dan menggugurkan dari akal mereka pembela nasab, warna dan tanah air.
Sudah sangat wajar jika musuh Islam dari Syi’ah dan yang lainnya mereka tidak sengan dengan ukhuwah ini. Ada satu kaum yang tiang pancangnya adalah Ibn Saba’ yang Yahudi itu. Apakah yang ditunggu-tunggu dari mereka, selain tuduhan-tuduhan dan dakwaan palsu ?!
Sudah menjadi kewajiban bila kita memulai dengan Abu Bakar as-Shiddiq, Abu Bakar rodiallohu ‘anhu dan hubungannya dengan ahlul bait.
ALI MEMBAI’AT ABU BAKAR
Ali rodiallohu ‘anhu menceritakan, bagaimana proses pembai’atannya kepada Abu Bakar rodiallohu ‘anhu , “Maka saya ketika itu berjalan mendatangi Abu Bakar rodiallohu ‘anhu saya membai’atnya dan saya bangkit dalam peristiwa-peristiwa itu hingga kebatilan tersingkir dan lenyap serta “Kalimat Allah” menjadi yang tertinggi sekalipun orang-orang kafir tidak suka. Abu bakar rodiallohu ‘anhu memimpin dalam peristiwa-peristiwa tadi, dia memudahkan, meluruskan, mendekatkan dan tidak mengada-ada, maka saya menyertainya sebagai penasehat. Dan saya mentaatinya semaksimal mungkin dalam hal-hal yang dia mentaati Allah SWT”.[1]
Dalam suratnya yang dilayangkan kepada penduduk Mesir bersama petugasnya Qais ibn Sa’ad ibn Ubadah al-Anshari, Ali rodiallohu ‘anhu menulis:
“Dengan nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Dari hamba Allah Ali Amirul Mukminin. Kepada semua orang Muslim yang suratku ini sampai kepadanya.
Assalamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakatuhu.
Amma ba’du.
Sesungguhnya Allah SWT dengan kebaikan penciptaan-Nya, keputusan-Nya dan pengaturan-Nya telah memilih Islam sebagai agama-Nya, agama para malaikat-Nya dan para Rasul-Nya. Karenanya Dia mengutus para Rasul-Nya kepada hamba-hamba-Nya dan Dia telah mengkhususkan orang-orang yang Dia pilih dari makhluk-makhluk-Nya. Maka di antara kemuliaan Allah SWT dan keistimewaan yang diberikan oleh Allah SWT kepada umat ini adalah diutusnya Muhammad Sholallohu ‘alaihi wa salam kepada mereka. Lalu Muhammad Sholallohu ‘alaihi wa salam mengajari mereka al-Qur’an, al-Hikmah, as-Sunnah dan al-Faraidh. Dia telah mendidik mereka agar mendapat hidayah. Dia telah menyatukan mereka agar tidak berpecah belah. Dia telah menyucikan mereka agar menjadi bersih. Setelah tugas-tugas itu dia rampungkan Allah SWT mencabutnya (diangkat) ke sisi-Nya. Semoga shalawat, salam, rahmat dan ridha Allah senantiasa dicurahkan kepadanya. Sesungguhnya Dia Maha Terpuji dan Diagungkan. More >
Pernikahan yang Berkah
Apr 27th
§ Pengantin
- Mempelai laki-laki adalah Ali bin Abi Thalib , sang pahlawan yang penakluk, yang mencintai Allah dan Rasul-Nya dan dicintai oleh Allah dan Rasul-Nya.
- Mempelai wanita adalah putri sayyidil Mursalin- shallallahu ‘alaihi wa ‘ala alihi wa shahbihi ajma’im- sayyidati nisa` ahlil jannah Fathimah Ummu as-Sibthaini radhiyallahu ‘anhum ajma’in.
- Setelah pulang dari Perang Badar al-Kubra, tahun 2 H
- Di Madinah an-Nabawiyyah.
Bantahan Terhadap Makalah Ulil Abshar (13)
Apr 26th
Foto-foto Ghadir Khum
Mar 29th
foto-foto ghadir (sumber air) Khum, di Juhfah. Juhfah terletak 15 km dari Rabigh. dan 160 km dari Mekah, bukan tempat berkumpulnya para jamaah haji.

foto-ghadir-khum-1