Berita terbaru dari dammaj : banyak keajaiban

Kamis, 4 Muharram 1435 H
18:04 wib
Berkata Ahmad Mas’ud (dammaj) “Berita gembira bagi pengikut tauhid dari bumi jihad di Wailah (Kitaf).Kemenangan untuk Islam dan muslimin. Pada hari ini (kemarin lusa ;ed) Selasa 2 Muharrom 1435 H, telah terbunuh sekian banyak dari pasukan Hutsiyyin pada pertempuran yang berlangsung dari akhir malam sampai tengah hari yang diakhiri dengan tembakan meriam dari ikhwan kita ke arah sebuah rumah yang berkumpul di dalamnya beberapa orang Hutsiyyin, salah satunya komandan besar mereka. Mereka yang di rumah itu tewas semua karena tembakan tersebut. Allohu akbar walillahil hamd. Bukan karena daya dan kekuatan kita semata, akan tetapi karena Alloh menghendaki kehinaan dan kebinasaan mereka. Laa ilaha illalloh. Para singa dan penjaga aqidah tauhid masih terus berdatangan ke Kitaf, ratusan orang setiap harinya, demi membela ajaran Nabi shollallohu ‘alaihi wasallam dan para shohabat rodhiallohu ‘anhum. Walhamdu lillahi robbil ‘alamiin.” -selesai-
Dari Abu Fairu (dammaj) berkata “Kamis pagi berkali-bali setan rofidhoh nembaki maktabah dn sebagian pelurunya masuk lagi. Sudah dijelaskan pada Lajnah  bahwa rofidhoh banyak merusak Maktabah ‘Ammah. Justru Lajnah bilang:”Itu karena kalian nembaki rofidhoh dari Maktabah ‘Ammah dengan mortir-mortir” Sejak kapan di perpustakaan ada mortir dan nembaki rofidhoh dari situ? Pakai kasur dn dispenser air? Mungkin pakai kitab “Akhbarul Hamqo Wal Mughoffalin” atau “Uqolaul Majanin.”
Rabu sore kemarin rofidhoh menyerang Dammaj dengan roket-roketnya, Lajnah diam saja. Tadi malam syaikh Yahya umumkan -dan dimuat di internet- bahwa si Dirham Az Zu’Kuriy (salah satu tokoh Lajnah) adalah Hutsiy, amalannya amalan kemunafikan, ucapannya selalu menyempitkan dada. Jika kalian dapati dia datang, jangan izinkan dia masuk, bilang padanya,”Kamu dibenci, kamu tertolak!” Di Kitaf Ahlussunnah berhasil merebut satu gudang rofidhoh, membunuh 23 prajurit mereka dan menguasai 70 senjata mereka, Alhamdulillah wahdah.” -selesai-
Rabu, 3 Muharram 1435 H
21:24 wib
Berkata Abu Fairuz (dammaj) ” Mereka menembak mortir lagi, kamar kutub dholal maktabah ‘ammah dihantam pecahannya kaca-kaca berantakan. Hantaman berikutnya disebelah barat luar masjid. Lajnah tadi justru minta kami menyerahkan gunung barroqoh, bukannya mereka sibuk untuk menyuruh rofidhoh keluar dari dammaj” -selesai-
Dari Abu Fairuz (dammaj) berkata ” untuk hari senin, berita sedih sekali, Syaikh Abdulloh Muzahim meninggal dirumah Ali Manna’ saat sholat maghrib saat banyak tembakan mortir dari rofidhoh. Salah satu mortir nembus rumah itu  dan melukai beliau -rahimahulloh- hingga tewas. Innalillahiwainna ilaihi roji’un.” -selesai-
Berkata Abu Fairuz (dammaj) ” ana ralat khabar berita kemarin (selasa) sejak sebelum magrib sampai jam 3 dini hari, serangan rofidhoh dahsyat sekali, total sampai pagi ini 4 meninggal, diantaranya satu anak Hajur yang terkenal akhlaqnya bagus sekali. -rahimahulloh-, beberapa luka. Sampai jam 8 pagi mereka masih menembak” -selesai-
7:31 wib
Dari Ahmad Mas’ud (dammaj) telah mengabarkan dari Muhammad bin Ismail as-Sumali  (Abu Abdillah) berkata “…kabar gembira dari kitaf (kemarin) senin 1 Muharram 1435H rombongan pasukan tauhid terus berdatangan ke kitaf (salah satu distrik di daerah propinsi sa’dah,yaman ;ed). Bendera Tauhid berkibar tinggi, pada hari ini terjadi perang dahsyat dari ashar sampai ba’da isya’. Alloh memberi kemenangan bagi ahlussunnah, mayat-mayat hutsiyyin (rafidhah) bergelimpangan ..” sumber
Selasa, 1-2 Muharram 1435 H
11:37 wib
Dari Abu Yahya (bengkulu) dari Ahmad Mas’ud (dammaj) telah mengabarkan dari Syaikh Abdul Hamid al-Hajuri (dammaj) berkata:
Ada seorang ikhwah memberi kabar, katanya kabar ini betul-betul terjadi -Allohu a’lam- yaitu tentang pulangnya 5 (lima) orang dari sisa pasukan hutsiyyin yang menyerbu untuk menduduki Darul Hadits Dammaj kemarin. Mereka semua kerasukan jin dan mengatakan bahwa al-Hajuri (syaikh yahya)  adalah seorang tukang sihir, dia mengerahkan bala tentara dari bangsa jin, setiap kali kami ingin masuk ke arah masjid Dammaj, para jin itu menyerang kami dengan ganas dan kuat, tiba-tiba kami mundur kebelakang. Semua anggota pasukan berperang bersama kami ketika itu tidak ada yang kembali . Pasukan umbang satu demi satu, seolah-olah kami menghadapi mimpi buruk (dunia maya yang mengerikan). Kami dilanda ketakutan yang sangat mencekam yang belum perna kami alami melawan pemerintah maupun qobilah-qobilah yaman yang lain. Jadi mungkin al-Hajuri itu seorang tukang sihir atau kami yang kena sihir (kata mereka). Saya (Ahmad) berkata ” Alhamdulillaah, segala puji hanya untuk Allooh, Dialah yang telah menghendaki kekalahan pasukan hutsiyyun dengan tentara-tentaraNya
وَمَا يَعْلَمُ جُنُودَ رَبِّكَ إِلَّا هُوَ dan tidak ada yang mengetahui tentara Tuhanmu melainkan Dia sendiri.
Adapun syaikh kami Yahya al-Hajuri beliau bukan seorang tukang sihir, beliau meyakini bahwa sihir adalah kekufuran, yang beliau lakukan adalah mendorong para thullab dan semua yang di dammaj untuk berdoa dengan mengangkat tangan, khusyu’ dan penuh harapan supaya Alloh menumpas pasukan hutsiyyin.  Ketika terjadi perang sengit siang itu kami yang dimasjid tak henti-hentinya berdo’a kepada Alloh dan sebagian ikhwah saya mendengar menangis ketika berdo’a. Tiba-tiba datang seorang ikhwah sebelum ashar dan berkata ” Absyiruu (bergembiralah ikhwah) mayat-mayat hutsiyyin bergelimpangan tak terhitung, bersujudlah syukur. Maka seketika itu ikhwah yang mendengar kabar tersebut sujud syukur. –saya (abu yahya) mengira ini pada hari yang mulia jum’at 27 dzulhijjah ketika ahmad berada didalam masjid dan mengabarkan ini kepadaku– ” -selesai-
09: 08 wib
Berkata Abu Fairuz (damma) ” sekitar  8 orang tersangka mata-mata sudah ditangkap dan dipukuli setelah terbukti kejahatannya, Syaikh Yahya di dars umum beberapa kali menyuruh para keluarga membikin ruang perlindungan bawah tanah. Kalimat ini di dengan pengeras suara dan didengar oleh hitsiyyiun, mereka tahu itu tapi tak tahu tempatnya secara persis. ‘Alallohi tawakkalna wahuma hasbuna” -selesai-
08:37 wib
Berkata Abu Fairuz (dammaj) “para wanita dan anak-anak terus menyabarkan diri duduk berhimpitan di tiga ruang perlindungan dibawah tanah yang sempit dan panas, sementara para lelaki tanggungjawab dan dewasa terus menyabarkan diri berjaga di tapal batas menghalau serangan para durjana. Kami semua yakin bahwa sebentar lagi insya ALLOH akan datang kelapangan, kemuliaan dan kemenangan yang agung dari Alloh” -selesai-
00:18 wib
Dari Abu Fairuz (Dammaj) berkata ” Sebelum maghrib,rafidhoh menembaki dengan peluru-peluru besar, beberapa orang luka dan butuh donor darah. Kayu-kayu di dekat madrosah terbakar ” -selesai-
Telah mengabarkan kepada kami dari Abu Turob (bengkulu) saat di sela-sela dars nya diantara maghrib dan isya’, ” bahwa para petugas kesehatan sangat kelelahan dan banyak ikhwah yang terluka parah tidak dapat dilayani semestinya karena banyaknya yang cedera” -selesai-
sumber : isnad.net

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>