Archive for June, 2010

Sejarah Berdirinya Negara Teroris

1

Tujuan Instruksional

  • Mengetahui proses berdirinya negara Israel dengan menyebutkan poin-poin penting yang melatarbelakangi pendiriannya
  • mengetahui orang-orang yang memusuhi Allah subhanahu wa ta’ala, Islam dan kaum muslimin, khususnya kaum muslimin Palestina
  • Melakukan perlawanan kepada negara Israel melalui tulisan, ceramah dan membantu bangsa Palestina dengan harta dan do’a.
  • Menyadari bahaya yang dilakukan oleh Yahudi melalui peperangan bersenjata, media serta sarana lainnya yang akan merusak dan menghancurkan kekuatan umat Ismal dan umat manusia.

A. Perjalanan sejarah bangsa Israel

Max I. Dimont, sejarawan Yahudi, dalam bukunya “Jews, God, and History”, menulis, “Ketika, akhirnya, pada abad XII SM, bangsa Yahudi menetap di sebuah negara yang dapat mereka sebut sebagai milik mereka sendiri, mereka memilih sejalur wilayah yang merupakan koridor bagi tentara imperium-imperium yang sedang berperang. Bangsa Yahudi harus membayar pilihan ini, terbantai di medan pertempuran, dijual sebagai budak, atau dideportasi ke negeri-negeri asing. (more…)

teluk-umar-1

Teluk Umar bukan Teluk Persia

2

Teluk Arabia bukan Teluk Persia, BAHKAN mulai sekarang kita sebut “TELUK UMAR IBNUL KHATTHAB”!!!!!

Bukti terbesar bagi kebencian Syiah (Iran) kepada Nabi Muhammad, dan ahlul bait adalah penamaan mereka terhadap Teluk Arabia dengan nama teluk Persia.
Nabi orang Arab, imam Ali orang Arab, Hasan, Husen orang Arab, Fatimah az-Zahra` orang Arab. Bahkan tidak ada satupun imam ahlul bait dari Persia, semuanya dari Arab. Namun mengapa Iran bersikeras menamakan teluk arab dengan teluk Persia?
Oleh karena itu sejatinya mereka mengagungkan Persia dan majusi benci arab dan Islam, namun mereka menjadikan ahlul bait sebagai topeng!

Dilihat dari geografi dan etnis maka itu adalah teluk arab bukan teluk Persia.
Di teluk ada tiga pulau yang bernama P. Thunub syughra. P. thunub Kubra dan p. Abu Musa. 3 pulau ini termasuk wilayah Emirat (Arab) namun sejak kurang dari 40 tahun lalu dicaplok dan dijajah oleh Iran. Iran memaksa-maksa memasukkannya kedalam wilayah Persia. Persisi sepert Yahudi Bani Israel yang merampas dan merampok tanah Palestina (Arab) yang mereka klaim sebagai tanah yahudi. Sampai hari ini Emirat menuntut kembalinya 3 pulau arab itu.

Maklum, Syiah adalah yahudi ditambah majusi. (more…)

Ijtihad dalam Islam

0

Bantahan terhadap “Pembacaan Baru Atas Al-Qur’an: Go Beyond Text” (Bagian 1)

berikut ini adalah sambungan bantahan terhadap makalah Ulil yang membabat ke sana kemari dengan membati buta (karena memang buta mata hatinya). Karena yang dirusak terlalu banyak, maka tanggapan berikut ini hanyalah garis besarnya saja.
1. Ulil menyebut, “kaidah ahlu sunnah “La Ijtihad Fi Muqabalah al-Nash”, tidak dimungkinkan adanya ijtihat atau penalaran hukum dalam bidang-bidang di mana ada teks yang menerangkan dengan jelas ketentuan hukumnya, sebagai ketentuan hukum yang pasti dan mengikat, qath’i.” (alinea 2)
Saya katakan: “Nukilan ini betul, tetapi karena ternyata Ulil menolak nukilan kaidah tersebut, maka perlu saya jelaskan maksud ijtihad menurut ahlu sunnah wal jama’ah. Prof. Dr. al-Zunaidi menjelaskan bahwa ijtihad menurut salafiyah (ahlu sunnah) adalah: (a) mengerahkan daya dan mencurahkan segala kemampuan, (b) oleh seorang faqih, (c) untuk mengeluarkan hukum-hukum syar’i, (d) dari dalil-dalinya. Dari unsur-unsur definisi ini diketahui bahwa:
Cover Buku

Palestina, diantara teroris yahudi dan teroris Rafidhah

2

PENYERANGAN TERORIS YAHUDI BANI ISRAEL KE KAPAL MAVI MARMARA ADALAH KEJAHATAN INTERNASIONAL, NAMUN TIDAK SEBERAPA JIKA DIBANDINGKAN DENGAN KEJAHATAN YANG TELAH DILAKUKAN TERHADAP KAUM MUSLIMIN PALESTINA SELAMA INI.

BAHKAN “YAHUDI MASIH LEBIH MEMILIKI BELAS KASIHAN DARI PADA SYIAH RAFIDHAH” KATA SEBAGIAN WARGA PALESTINA.

DAN “AMERIKA LEBIH BELAS KASIHAN DARI PADA SYIAH RAFIDHAH” KATA MUSLIM IRAK.
Telah nyata bagi orang yang berakal dan beriman bahwa: YANG PALING JAHAT TERHADAP ORANG ISLAM ADALAH YAHUDI DAN SYIAH RAFIDHAH (di Palestina, Lebanon dan Irak). Maha benar Aallah dalam firman-Nya: (Al-Maidah: 82)

لَتَجِدَنَّ أَشَدَّ النَّاسِ عَدَاوَةً لِلَّذِينَ آمَنُوا الْيَهُودَ وَالَّذِينَ أَشْرَكُوا

“Sesungguhnya kamu dapati orang-orang yang paling keras permusuhannya terhadap orang-orang yang beriman ialah orang-orang Yahudi dan orang-orang musyrik.” (Al-Maidah: 82) (more…)

B. Pembacaan “Baru” Atas Al-Qur`An: Go Beyond Text

1
(Lanjutan dari Bantahan Makalah Ulil)

] وَإِذَا قِيلَ لَهُمُ اتَّبِعُوا مَا أَنْزَلَ اللَّهُ قَالُوا بَلْ نَتَّبِعُ مَا أَلْفَيْنَا عَلَيْهِ ءَابَاءَنَا أَوَلَوْ كَانَ ءَابَاؤُهُمْ لاَ يَعْقِلُونَ شَيْئًا وَلاَ يَهْتَدُونَ [

“Dan apabila dikatakan kepada mereka: "Ikutilah apa yang telah diturunkan Allah," mereka menjawab: "(Tidak), tetapi kami hanya mengikuti apa yang telah kami dapati dari (perbuatan) nenek moyang kami". "(Apakah mereka akan mengikuti juga), walaupun nenek moyang mereka itu tidak mengetahui suatu apapun, dan tidak mendapat petunjuk?” (al-Baqarah: 170)
] إِنَّ الَّذِينَ يُجَادِلُونَ فِي ءَايَاتِ اللَّهِ بِغَيْرِ سُلْطَانٍ أَتَاهُمْ إِنْ فِي صُدُورِهِمْ إِلاَّ كِبْرٌ مَا هُمْ بِبَالِغِيهِ فَاسْتَعِذْ بِاللَّهِ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيعُ الْبَصِيرُ[

Sesungguhnya orang-orang yang memperdebatkan tentang ayat-ayat Allah tanpa alasan yang sampai kepada mereka tidak ada dalam dada mereka melainkan hanyalah (keinginan akan) kebesaran yang mereka sekali-kali tiada akan mencapainya, maka mintalah perlindungan kepada Allah. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar lagi Maha Melihat.” (al-Mu’min: 56)
Pada bagian pertama, Ulil bermaksud meruntuhkan kesucian al-Qur’an dan keagungan Sunnah. Ulil menegaskan kepada seluruh umat Islam, bahwa keyakinan mereka selama ini, semenjak Rasul Allah e hingga abad 15 H ini salah; keyakinan kepada al-Qur’an, keyakinan kepada wahyu, keyakinan kepada Nabi, keyakinan kepada sunnah, keyakinan kepada sahabat, keyakinan kepada ulama’, keyakinan kepada hukum-hukum Allah, keyakinan kepada ushul fiqh dan keyakinan kepada dakwah dan amar ma’ruf nahi munkar. Semua kesalahan itu menurutnya disebabkan karena umat Islam selama ini, 15 abad ini tidak mengetahui bagaimana cara “membaca’ al-Qur’an dengan benar.
Go to Top