Archive for May, 2009


Mahad ‘aly as-sunnah

معهد السنة العالي لإعداد الدعاة

Ma’had ‘aly as-sunnah

(akademi dakwah as-sunnah)

ANDA TIDAK BISA BAHASA ARAB?

Ingin Menjadi Da’i Ahli Sunnah Mahir Berbahasa Arab?

Ingin Mendapat Beasiswa 250 Ribu Perbulan?

Kitab-kitab Gratis, dan Bonus Prestasi yang menggiurkan?

Pintu Terbuka Lebar Untuk Anda

Syarat-Syarat Pendaftaran

1, Pria. 2, Dapat membaca Al-Qur’an dengan lancar dan benar. 3, Usia maksimal 21 th per 15 Agustus 2009. 4, Foto Copy ijazah & transkrip nilai terakhir 1 lembar. 5, Foto Copy raport SMA / MA 1 rangkap. 6, SKBB dari Kepala Sekolah / Madrasah. 7, Surat keterangan sehat dari dokter. 8, Bersedia tinggal di Asrama. 9, Mengisi Formulir dan berkas-berkas pendaftaran dengan lengkap, 10, Pas Fhoto : 2 x 3, 3 x 4, 4 x 6 (masing-masing 2 lbr).

Tempat & Waktu Pendaftaran

LANGSUNG : Kampus Mahad ‘Aly As-Sunnah (Akademi Dakwah As - Sunnah), (Sabtu - Kamis) pukul : 08.00 - 12.00 WIB. VIA POS: Kirimkan berkas-berkas alamat. Pengisian formulir dilakukan kemudian di kampus Mahad ‘Aly As-Sunnah.

Alamat : Jl. Glugur Rimbun, Desa Sei Glugur, Kec. Pancur Batu, Kab. Deli Serdang Sumatera Utara Kode Pos : 20353 Telp. (061) 7780 4501.

Pendaftaran dimulai 6 J. Ula 1430 / 1 Mei 2009 dan ditutup pada & Sya’ban 1430 / 30 Juli 2009.

Konfirmasi: 0813 70455 226 (Abu Muhammad), 0813 7065 9565 (Muhammad Ihsan), 0813 9757 0210 (Abu Hasan).

E-mail : mahad_assunnah@yahoo.co.id

Rute Angkutan Umum

Nasional 38 : Tj. Morawa , Amplas - Tj. Anom** KPUM 57 : Perumahan Mandala - Tj. Anom ** PT. MARS 130 : Belawan - Tj. Anom**KPUM 46 : Tembung - Aksara - Tj. Anom** KPUM 74 : Medan Sunggal - Tj. Anom** NITRA 03 : Lubuk Pakam - Tj. Anom** Semua rute turun di Tj. Anom, kemudian naik angkutan umum Rajawali atau RBT (ojek) Jurusan Kuta Jurung dan turun di alamat (2,5 Km dari Simpang Tanjung Anom).

Tenaga pendidik

DOSEN TETAP : Para Sarjana S1 dan S2 alumni LIPIA Jakarta, dan Universitas lainnya, dibantu oleh alumni-alumni terbaik Akademi Dakwah As-Sunnah.

DOSEN TAMU : Ust. M. Yusuf Harun MA (dosen LIPIA-Jakarta), Ust. Agus Hasan Bashori Lc, M.Ag. (penasihat dan pembina, Malang-Jatim), Ust. Muhammad Wujud (penasihat dan pembina, Magelang Jateng), Ust. Dr. M. Mawardi (Ketua MUI Riau), Ust. M. Syu’aib al-Faiz Lc, M.Si. (Da’i di Jakarta), Ust. Abu Qatadah (Mudir Ma’had Ihya` as-Sunnah Tasikmalaya), Aris Munandar, SS. (da’i di Jogjakarta) dan da’i-da’i salafiyah lainnya insyaallah.

Selain itu Mahad ‘Aly As-Sunnah juga menghadirkan tutor native speaker para masyaikh pembina Mahad dari Arab Saudi.

Fasilitas bebas biaya

  • Bebas Uang Kuliah, SPP & Lainnya.
  • Buku referensi utama dibagikan cuma-cuma.
  • Perpustakaan dengan literatur Arab.
  • Audio Visual
  • Asrama (tempat tidur, kasur, bantal, sprei, lemari) gratis.
  • Sarana olah raga (sepak bola, bola volley, tenis meja, takraw).

Tunjangan pendidikan (bea siswa)

Sebagai komitmen terhadap keberlangsungan dakwah, Yayasan memberikan tunjangan & bonus sebagai berikut :

A. Beasiswa umum : Rp. 250.000,- / bulan / mahasiswa

B. Bonus prestasi akhir tahun pendidikan :

Mumtaz murtafi’ ( cumlaude )y : Rp. 500.000,-

Mumtaz (baik sekali)y : Rp. 300.000,-

Jayid jiddan (baik)y : Rp. 150.000,-

C. Bonus & hadiah lainnya pada kesempatan dan kegiatan tertentu

View Full Article »

Keutamaan Ummul Mukminin, ‘Aisyah -Radiallahuanha-

qiblati0406

Pernikahan Nabi -Shalallahu alaihi wasalam- dengan ‘Aisyah -Radiallahuanha- tidaklah seperti pernikahan manapun. Sungguh, Allah -Subhanahu wata’ala- telah memerintahkan Nabi-Nya -Shalallahu alaihi wasalam- untuk menikahi ‘Aisyah -Radiallahuanha-. Nabi -Shalallahu alaihi wasalam- telah melihat ‘Aisyah -Radiallahuanha- di dalam mimpi beliau -Shalallahu alaihi wasalam- sebelum pernikahan. Nabi -Shalallahu alaihi wasalam- bersabda kepada ‘Aisyah -Radiallahuanha-:

« رَأَيْتُكِ فِى الْمَنَامِ [مَرَّتَيْنِ] يَجِىءُ بِكِ الْمَلَكُ فِى سَرَقَةٍ مِنْ حَرِيرٍ فَقَالَ لِى هَذِهِ امْرَأَتُكَ . فَكَشَفْتُ عَنْ وَجْهِكِ الثَّوْبَ ، فَإِذَا أَنْتِ هِىَ فَقُلْتُ إِنْ يَكُ هَذَا مِنْ عِنْدِ اللَّهِ يُمْضِهِ »

“Aku telah melihatmu di dalam mimpi [dua kali]. Satu malaikat datang dengan membawa (gambar)mu dalam sebuah potongan sutera yang bagus. Dia berkata kepadaku: “Ini adalah istrimu.” Maka akupun menyingkap wajahmu, ternyata engkaulah orangnya. Maka kukatakan, ‘Jika ini adalah dari sisi Allah, niscaya Dia akan melaksanakannya.” (HR. al-Bukhari (4832), (Ahmad )

Dia adalah istri Nabi -Shalallahu alaihi wasalam- di dunia dan akhirat, sebagaimana telah valid di dalam as-Shahih.

Kecintaan Rasulullah -Shalallahu alaihi wasalam- kepadanya dinampakkan secara terang-terangan, tidak disembunyikannya. Hingga beliau -Shalallahu alaihi wasalam- pernah ditanya:

أَيُّ النَّاسِ أَحَبُّ إِلَيْكَ يَا رَسُوْلَ اللهِ ؟ قَالَ : عَائَشِةُ قَالَ : فَمِنَ الرِّجَالِ ؟ قَالَ : أَبُوْهَا

“Manusia yang mana yang paling anda cintai, wahai Rasulullah?” Beliau menjawab: “’Aisyah.” Dia bertanya lagi, ‘Lalu dari golongan laki-laki?’ Beliau menjawab: “Bapaknya.” (Muttafaqun ‘alaih)

Adapun ilmunya, maka sungguh ‘Aisyah –Radiallahuanha- telah mengambil banyak ilmu dari Rasulullah -Shalallahu alaihi wasalam-. Dia termasuk orang yang paling banyak meriwayatkan hadits. Dan tidak ditemukan pada wanita ummat Muhammad -Shalallahu alaihi wasalam- yang lebih mengerti tentang agama Islam daripada ‘Aisyah -Radiallahuanha-.

Al-Hakim dan ad-Darimi meriwayatkan dari Masruq, bahwa dikatakan kepadanya, “Apakah dulu ‘Aisyah ahli dalam bidang faraidh?” Dia menjawab, “Ya, demi Dzat yang jiwaku ada di tangan-Nya, aku telah melihat para sahabat Nabi yang besar bertanya kepadanya tentang faraidh.”

Az-Zuhri berkata, “Seandainya ilmu ‘Aisyah dikumpulkan (kemudian) dibandingkan dengan ilmu seluruh wanita, maka pastilah ilmu ‘Aisyah lebih utama.”

View Full Article »

KOMENTAR MANIS

KOMENTAR MANIS

TERHADAP TANGGAPAN MUHAMMAD ANIS

Pembelaan terhadap buku Gen Syiah

ABU HAMZAH IBN QOMARI ABDUL GHANI

Mukaddimah

Bismillahirrahmanirrahim. Alhamdulillah, selawat dan salam semoga tercurah untuk rasulillah, keluarganya; istri dan keturunannya, para sahabat dan pengikutnya hingga hari kiamat. Amma ba’d:

Salah satu nikmat Allah atas umat Islam Indonesia adalah terbitnya buku Gen Syiah sejarah konspirasi Yahudi dan Syiah, yang ditulis oleh Syaikh Mamduh al-Buhairi pada tahun 2001, setelah adanya Seminar Nasional di Istiqlal pada tahun 1997, dan kumpulan makalahnya diterbitkan pada tahun 1998, dengan 11 sambutan dan 7 makalah, melibatkan unsur: NU, DDI, Persis, MUI, Muhammadiyah, ICMI, Al-Khairat, al-Bayyinat, al-Haramain, Panji Masyarakat. Buku Gen Syiah terbilang sangat bagus, unik, berani dan tajam. Buku ini populer di kalangan umat Islam Indonesia. Meskipun penulisnya melayangkan tantangan, namun ternyata sampai sekarang tak terbantahkan. Ada beberapa orang yang mencoba menanggapi dan mengomentari melalui internet, bukan melalui buku yang sepadan, itupun isinya menurut saya sangat tidak memadai. Diantara yang mencoba menanggapi adalah bapak Muhammad Anis dari Bogor (tahun 2003) yang tulisannya dimuat di salah satu situs syiah dan disebarluaskan melalui email.

Komentar Manis ini sebenarnya tidak banyak dibutuhkan, sebab buku Gen Syiah masih tetap belum terbantahkan. Artinya buku Gen Syiah itu sendiri – untuk beberapa masalah- sudah cukup membantah tulisan-tulisan yang menanggapinya. Tanggapan-tanggapan mereka itu tidak lebih dari sekedar “mengulang-ulang kebatilan dan kedustaan”. Namun karena manusia itu memeliki kecendrungan kepada yang baru, maka kitapun perlu mengulang-ulang kebenaran dan kejujuran.

Semoga komentar manis ini bermanfaat dalam membela kebenaran dan meluruskan aqidah, sejarah dan pemahaman yang diacak-acak oleh orang-orang yang merusak dengan mengatasnamakan sebagai pecinta ahlul bait.

Semoga Shalawat dan salam senantiasa dicurahkan kepada Nabi –Shalalallahu alaihi wasalam-, keluarga, Istri dan keturunannya, serta sahabatnya yang setia terutama Khulafaur Rasyidun; Abu Bakar, Umar, Usman, dan Ali –Radiallahuanhum ajam’in-.

Malang, J. Ula 1430/ 22 Mei 2009

KATA PENGANTAR

Pada kata pengantar, penulis (bapak Muhammad Anis) mengutarakan banyak hal, yang perlu diketahui adalah sebagai berikut (warna merah dari kami):

  1. Pada awalnya saya tidak begitu perhatian dengan buku tersebut, karena saya yakin isinya sama dengan buku-buku fitnah atas syi’ah lainnya.
  2. Namun, ternyata buku itu mulai populer di antara mereka yang anti-syi’ah, dan secara tidak langsung dikatakan bahwa buku itu tak terbantahkan karena merujuk dari sumber-sumber syi’ah sendiri.
  3. Ternyata banyak sekali referensi syi’ah yang dimanipulasi kalimatnya dan ditafsirkan secara sepihak.
  4. Saya sama sekali tidak bermaksud memperlebar pertentangan, melainkan hanya berusaha memberikan argumentasi dalam wacana diskusi ilmiah, dengan segala keterbatasan yang ada pada diri saya
  5. Bahasa yang digunakan ustadz Mamduh sangat kasar, hal ini bisa dilihat pada pengantar penerjemah buku tersebut, dimana beliau menyebut syi’ah sebagai “baqarun bila qurun” (sapi tanpa tanduk), yang maksudnya adalah mereka (syi’ah) berkepala manusia tetapi berotak sapi. Namun, dalam buku tanggapan ini, saya tidak akan menggunakan bahasa-bahasa seperti itu, karena hal tersebut bukanlah teladan Rasul -Shalallahu alaihi wasalam- dan Ahlul Bait beliau.

View Full Article »

KATA PENGANTAR

buku :

konstektual

Mewaspadai Gerakan Kontekstualisasi al-Qur`an

Oleh: Bpk. H. Hartono Ahmad Jaiz

(Penulis Buku Aliran-Aliran Sesat di Indonesia)

Alhamdulillahi Rabbil ‘alamin.

Shalawat dan salam semoga tetap atas Nabi Muhammad -Shalallahu alaihi wasalam- , keluarganya, sahabatnya, dan para pengikutnya yang setia sampai akhir zaman.

Amma ba’du.

Saya diberi kehormatan untuk menulis kata pengantar di buku yang berjudul: Mewaspadai Gerakan Kontekstualisasi al-Qur`an (Bantahan terhadap 2 makalah Ulil Abshar) ditulis oleh Ustadz Agus Hasan Bashori.

Sebenarnya saya agak khawatir kalau tulisan saya ini justru memberi warna sedemikian rupa yang menjadikan buku ini akan berkurang bobotnya. Karena nama saya oleh Ulil Abshar Abdalla –yang disoroti buku ini— ia sebut garis keras, dan bahkan dia tidak terima kenapa orang justru mengkritik dia (Ulil) tidak mengkritik saya (Hartono). Hingga Ulil mengatakan kepada sebuah majalah terbitan Jakarta, kenapa Hartono Ahmad Jaiz itu tidak dikritik, apakah karena sudah ketahuan jeleknya, sehingga tidak dikritik? Di lain kesempatan, Ulil juga menyebut-nyebut bahwa dia menulis di Kompas yang dia akui vulgar itu hanya mengimbangi orang-orang seperti Hartono, Adian Husaini dan lainnya, yang istilah balaghohnya musyakalah (mengimbangi). Sehingga sama sekali Ulil tidak menyesali tulisannya yang banyak dihujat orang itu, malahan diterus-teruskan, sampai mengemukakan di suatu majalah bahwa Vodca (minuman beralkohol lebih dari 16%, pen) boleh jadi di Rusia dihalalkan karena di sana udaranya dingin sekali.

Terlepas dari hal-hal itu, ada sesuatu yang menjadikan tanda tanya. Sehari sebelum tulisan Ulil yang menghebohkan, berjudul Menyegarkan Kembali Pemahaman Islam muncul di Harian Kompas Senin 18 November 2002, Ulil telah mengemukakannya di Masjid Kampus UGM (Universitas Gajah Mada) Jogjakarta, dalam Dialog Ramadhan yang diselenggarakan para mahasiswa UGM yang tergabung dalam Jama’ah Salahuddin. Kata Ulil, besok (yaitu hari Senin) akan keluar tulisannya di Kompas. Maka dia uraikan isi tulisannya itu. Saat itulah saya bantah ungkapan-ungkapannya langsung di depannya. Karena ia menganggap bahwa hukum Islam seperti jilbab, qishosh, hudud dan semacamnya yang sifatnya mu’amalah itu tidak usah diikuti. Al-hamdulillah, saya sempat menyebutnya bahwa teori yang ia kemukakan itu hanyalah teori Nicollo Machiavelli yang dikenal menghalalkan segala cara, dan teori Anthrophocentrism yang menjadikan manusia sebagai sentral pertimbangan. Dan ini pada hakekatnya adalah teori Ibliscentrism, yaitu sudah ada perintah Allah, namun perintah itu disanggah dengan menjadikan diri Iblis sebagai ukurannya. Saya katakan, orang Yahudi saja ketika mengadakan perjanjian dengan Nabi Muhammad -Shalallahu alaihi wasalam- saw maka mereka menyepakati, apabila ada perselisihan pendapat hendaknya kembali kepada Allah dan Rasul-Nya (Al-Qur’an dan As-Sunnah), yang hal itu dicantumkan dalam Piagama Madinah. Apakah Anda yang Muslim malah lebih dari Yahudi? Tampaknya pertanyaan saya itu oleh Ulil dicarikan jawabnya, lalu dikemukakan dalam diskusi di Paramadina Jakarta, 8 Februari 2003, yang menganggap rujuk kepada Al-Qur’an dan As-Sunnah seperti yang difahami ummat Islam itu sebagai penyembahan terhadap teks. Ulil melontarkan istilah penyembahan teks itu merujuk kepada orang kafir. Ini. agak berbeda dengan Pak Munawir Sjadzali ketika jadi menteri agama RI 1983-1993 merujuk kasus yang sama kepada seorang tokoh di Pakistan. Baik yang merujuk langsung kepada tokoh kafir maupun tokoh sekuler semuanya sama, mengkotak-katik Al-Qur’an dan As-Sunnah agar tidak diberlakukan lagi. Masalah inilah yang kini dibantah tajam oleh Ustadz Agus Hasan Bashori di buku ini.

View Full Article »

Buku Gen Syi’ah

MUKADDIMAH

Buku Gen Syi’ah

banner

Dengan Nama Allah, ya Allah dengan pujian yang layak bagi keagungan-Mu dan bagi kebesaran kerajaan-Mu. Engkau adalah pemilik segala puji dan anugerah. Aku bershalawat dan berucap salam kepada orang yang diutus Allah sebagai pembawa rahmat bagi semesta alam, sebagai pembawa berita gembira dan kabar peringatan, sebagai cahaya penerang, pemuka para utusan, Muhammad Saw.

Amma ba’du.

Ketika saya menginjakkan kaki di negri India, kedua mata saya menyaksikan berbagai fenomena syirik dan paganisme, patung-patung dan arca-arca tersebar di mana-mana. Kondisi yang lumrah jika dilakukan oleh orang-orang Musyrik, akan tetapi kita sangat mengingkari orang-orang yang mengaku sebagai umat Islam kemudian mereka beribadah dengan berbagai acara ritual yang menjijikkan, tiangnya adalah syirik dan puncaknya adalah menghina para sahabat Rasul Saw.

Akan tetapi, ketika saya berkunjung ke negara-negara di Asia Tenggara, saya belum pernah berpikir bahwa penyebaran Syi’ah telah mencapai Indonesia dan menebar kotorannya di sana, apa lagi di negara selain Indonesia.

Pada suatu hari saya mengiringkan sebuah jenazah, di salah satu wilayah Indonesia. Setelah mereka meratakan tanah di atas kuburnya, seorang imam maju ke depan kemudian sambil membelakangi kiblat mulai membacakan talqin untuk si mayat: “Hai Fulan, jikalau kedua malaikat mendatangimu dan menanyakan kepadamu, siapa imammu? Maka katakanlah, “Imamku adalah Ali, imamku adalah Hasan, Husain, Zainal Abidin, Muhammad al-Baqir, Ja’far ash-Shadiq, Musa al-Kazhim…….,” dan seterusnya sampai genap dua belas imam.” Baru saya menyadari bahwa ketika itu saya sedang mengantar jenazah orang Syi’ah, dan berdiri di atas kuburan orang Syi’ah. Maka saya sangat menyesal atas apa yang saya perbuat karena ketidak tahuan saya. Allah SWT telah memperingatkan kita dari orang-orang kafir, dari golongan mereka atau yang lainnya, sebab yang namanya kufur adalah satu sebagaimana yang dikatakan oleh Ibnu Taimiyah, Allah berkata kepada kita:

Dan janganlah kamu sekali-kali menyembahyangkan (jenazah) seorang yang mati diantara mereka, dan janganlah kamu berdiri (mendoakan) di kuburnya.” (at-Taubah: 84).

Kendatipun kamu memohonkan ampun bagi mereka tujuh puluh kali , namun Allah sekali-kali tidak akan memberi ampun kepada mereka.” (at-Taubah: 80).

Tentang Nabi Ibrahim Allah berfirman: “Dan permintaan ampun dari Ibrahim (kepada Allah) untuk bapaknya, tidak lain hanyalah karena suatu janji yang telah diikrarkannya kepada bapaknya itu. Maka tatkala jelas bagi Ibrahim bahwa bapaknya itu adalah musuh Allah, maka Ibrahim berlepas diri dari padanya. Sesungguhnya Ibrahim adalah seorang yang sangat lembut hatinya lagi penyantun” (at-Taubah: 114).

View Full Article »

Powered by WordPress. Theme: Motion by 85ideas.